Penulisan Dialog yang Benar untuk Novel [Lengkap]

Penulisan Dialog yang Benar

Dialog adalah salah satu komponen penulisan yang akan selalu kita temui, terutama dalam buku fiksi. Namun, saya melihat bahwa, penulis berpengalaman pun terkadang memformat atau menulis dialog dengan salah.

Ada begitu banyak aturan, standar, dan rekomendasi untuk penulisan dialog yang benar sehingga kadang mudah membuat banyak penulis tersesat dan tidak tahu mereka harus berbuat apa ketika salah menuliskan sebuah dialog.

Untungnya, artikel ini akan membantu kalian mengetahui dengan tepat tentang cara memformat dan menulis dialog.

Baca postingan ini sampai selesai.

Aturan Dialog Dasar

Ada beberapa aturan dasar yang sudah diketahui oleh banyak orang, tetapi masih perlu saya sebutkan dalam postingan ini.

Berikut adalah beberapa petunjuk paling dasar yang perlu kalian ikuti:

Pembicara baru, paragraf baru: setiap kali orang baru berbicara, kalian harus memulai paragraf baru. Ini benar, bahkan jika karakter kalian sedang berbicara sendirian.

Indentasi setiap paragraf: seperti paragraf lainnya, kalian harus membuat indentasi. Ada pengecualian kecil, seperti di awal bab atau jeda saat menulis adegan.

Tanda kutip mengelilingi dialog: gunakan tanda kutip di awal dan akhir dialog. Setiap tanda baca yang merupakan bagian dari dialog harus disimpan dalam tanda kutip.

Sekarang, setelah kalian mengetahui dasar-dasar ini, mari baca aturan khusus tata bahasa dan tanda baca untuk memformat dialog.

Baca Juga: Macam-Macam Dialog Tag

Tanda Baca Dialog

Untuk membuat dialog dengan benar, ada beberapa hal yang akan kalian ketahui dalam artikel ini:

  1. Penggunaan tanda kutip yang benar
  2. Penggunaan dialog tag yang benar
  3. Penggunaan tanda tanya dan tanda seru yang benar
  4. Penggunaan em-dash dan elips yang benar
  5. Aturan kapitalisasi
  6. Memecah dialog menjadi beberapa paragraf
  7. Menggunakan tanda kutip dengan dialog langsung versus dialog tidak langsung

Mari kita bahas satu per satu…

Penulisan Dialog yang Benar untuk Novel

1. Penggunaan Tanda Petik yang Benar

Tanda kutip ditempatkan di sekitar tanda baca, apa pun itu, seperti koma, tanda tanya, atau tanda seru.

Contoh:
“Saya suka menulis buku!” kata Yohanes.

 “Saya suka menulis buku! Itu membuatku merasa sangat berhasil.”

 2. Penggunaan Dialog Tag yang Benar

Dialog tag hanyalah sebuah frase di awal atau di akhir dialog. Dialog tag bersifat opsional, tetapi harus digunakan ketika ada banyak orang yang berbicara.

Dialog tag harus menggunakan koma untuk memisahkan diri dari dialog. Jika dialog tag muncul di awal kutipan, koma akan muncul setelah dialog tag dan sebelum tanda kutip pertama. Jika dialog tag setelah kutipan, koma akan muncul setelah dialog, dan sebelum tanda kutip penutup.

Contoh: 


John berkata, "Saya suka menulis buku."

ATAU

“Saya suka menulis buku,” kata John.

Jika kalimat dialog terputus oleh dialog tag, praktis kalian harus menggunakan dua koma yang mengikuti aturan di atas.

Contoh:

“Saya suka menulis buku,” kata John, “setiap hari.”

3. Penggunaan Tanda Tanya dan Tanda Seru yang Benar

Jika menggunakan tanda tanya atau tanda seru, tanda tersebut ditempatkan di dalam tanda kutip, seperti halnya koma.

Contoh:

"Kamu suka menulis buku?"

Kalian tidak perlu menggunakan huruf besar untuk kata pertama dari dialog tag.

Contoh: 

INI YANG BENAR:

"Kamu suka menulis buku?" kata Lucy.

INI YANG SALAH:

"Kamu suka menulis buku?" Kata Lucy.

 4. Penggunaan Em-Dash dan Elips yang Benar

Contoh:

“Pernahkah aku memberitahumu—”

"Ya, ya, kamu punya."

"—bahwa aku suka menulis buku?"

Cara Menulis Dialog yang Benar

5. Aturan Kapitalisasi

Kita harus menggunakan huruf besar pada kata pertama dari dialog.

Contoh:

INI YANG BENAR:

John berkata, "Tapi saya suka menulis buku!"

INI YANG SALAH:

John berkata, "tetapi saya suka menulis buku!"

Pengecualian jika memulai di tengah kalimat..

Contoh:

Lucy memutar matanya, siap mendengar lagi betapa John "suka menulis buku."

Baca Juga: Cara Membuat Konflik Novel 

6. Memecah Dialog Menjadi Beberapa Paragraf

Jika memiliki dialog yang sangat panjang, praktis dialog tersebut bagilah menjadi beberapa paragraf. Caranya tempatkan tanda kutip pertama di awal dialog, tapi jangan letakkan tanda kutip di akhir paragraf pertama.

Contoh:

John berkata, “Saya tidak dapat menjelaskan kepada Anda mengapa saya sangat suka menulis buku. Mungkin ada hubungannya dengan masa kecilku. Saya selalu suka menulis buku sebagai seorang anak dan mengarang cerita. Ibuku bilang aku harus bermain di luar, tapi aku lebih suka menulis.

“Atau mungkin di perguruan tinggi ketika saya mulai mempelajari aturan penulisan kreatif yang baik dan melihat karakter saya menjadi hidup dengan cara yang belum pernah saya lihat di masa muda saya. Itu membuatku lebih bersemangat.

"Atau mungkin aku hanya aneh." 

 7. Menggunakan Tanda Kutip Dengan Dialog Langsung vs Dialog Tidak Langsung 

Dialog langsung ditulis di antara koma atau tanda kutip terbalik.

Contoh:

"Halo, saya suka menulis buku," katanya.

Dialog tidak langsung pada dasarnya adalah memberi tahu seseorang tentang apa yang dikatakan orang lain.

Contoh:

Dia menyapa dan bahwa dia suka menulis buku.

Memahami Penulisan Dialog Tag yang Benar 

Langsung ke Contoh:
"Kamu suka menulis buku?" tanya Lucy.

"Kamu suka menulis buku?" ejek Lucy.

"Kamu suka menulis buku?" Lucy terkekeh.

"Kamu suka menulis buku?" teriak Lucy.

Semua dialog tag di atas benar. Pertama, kalau nulis nama, pake huruf besar. Kedua, kalau nggak nulis nama, pakai huruf kecil.

Jika dialog terganggu oleh tag dan tindakan…

BENAR:

"Saya suka menulis buku," kata John, menggosok kedua tangannya, "tapi saya tidak terlalu suka mengeditnya."

BENAR JUGA:

 "Saya suka menulis buku," kata John, menggosok-gosokkan kedua tangannya. "Tapi aku tidak terlalu suka mengeditnya."

MASIH BENAR JUGA: 

“Saya suka menulis buku”–John meneguk air–“tapi saya tidak suka mengeditnya.”

Penulisan Dialog Tag yang Menggunakan Batin

1. Miring Dengan Tag

Contoh:

Aku hanya suka menulis buku, pikir John. Mengapa Lucy tidak bisa mengerti ini?

 2. Miring Tanpa Tag

Contoh: 
John duduk di mejanya. Saya hanya suka menulis buku. Mengapa Lucy tidak bisa mengerti ini?

 3. Tidak dicetak miring

Contoh:

Aku duduk di mejaku. Saya hanya suka menulis buku. Mengapa Lucy tidak bisa mengerti ini?

Tips Membuat Penulisan Dialog agar Benar Terus

Tips Membuat Penulisan Dialog agar Benar Terus

1. Perjelas Siapa yang Berbicara

Saat menggunakan dialog, kalian pasti tidak ingin pembaca bingung siapa yang mengucapkan dialog. Ada banyak cara melakukan ini.
  • Gunakan dialog tag secara efektif
  • Jangan pernah meninggalkan dialog tag kecuali jelas siapa yang berbicara
  • Gunakan ketukan dengan tepat

2. Fokus pada Suara Karakter

Setiap karakter harus memiliki cara berbicara yang unik.

Cara yang baik untuk melatih suara yang berbeda adalah dengan merekam percakapan, seperti di sekitar meja makan, dan menuliskannya. Perhatikan bagaimana setiap orang menggunakan "aliran" yang berbeda pada kalimat kita, atau memiliki kata-kata favorit yang ingin kita gunakan.

Apakah mereka berbicara dalam kalimat yang pendek dan terputus-putus? Atau apakah mereka lebih rentan terhadap paragraf yang elegan dan bertele-tele?

Latihan hebat lainnya adalah menulis percakapan dengan dua orang, dan jangan menggunakan dialog tag berlebihan.

3. Jangan Melebihi Suara Karakter

Contohnya termasuk:
  • Menyertakan kata-kata makian dalam setiap kalimat.
  • Menyertakan banyak "ums/eumm" dan "uhs" dalam kalimat.

4. Hindari Dialog Tag Berulang

Meskipun penting untuk menggunakan "kata" saat membuat dialog, tapi sebaiknya hindari/
  • Gunakan ketukan sebagai gantinya
  • Gunakan dialog tag sebelum, sesudah, dan di tengah dialog
  • Hapus dialog tag saat melakukan percakapan bolak-balik antara dua orang dan jelas siapa yang mengatakan apa
Itulah penjelasan tentang penulisan dialog yang benar.

Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url