5 Tips Menulis di Terminal Mojok agar Bisa Tembus dengan Mudah!

5 Tips Menulis di Terminal Mojok agar Bisa Tembus dengan Mudah!

Menulis di Terminal Mojok, menurut saya, gampang-gampang susah. Baru-baru ini tulisan saya sering ditayangkan. Sebagai buktinya, silakan lihat gambar di bawah ini.

5 Tips Menulis di Terminal Mojok agar Bisa Tembus dengan Mudah!

Nah, sebagai orang yang tiap hari mengirim tulisan ke Terminal Mojok, saya pengin berbagi tips menulis di Terminal Mojok agar bisa tembus dengan mudah.

Sedikit bercerita, per 15 Desember 2020, tulisan saya baru dimuat 55 artikel. Debut pertama saya di Terminal Mojok pada 10 Juli 2020. Meski, saya sudah lama sebenarnya membaca artikel-artikel di Mojok maupun di UGC-nya tersebut. Akan tetapi, saya baru debut di tanggal tersebut karena saya lebih suka membaca daripada menulis.

Pengalaman pertama saya menulis di Terminal Mojok, saat itu saya mengirim artikel hari ini misalnya, besoknya artikel saya langsung ditayangkan. Begitu submit tulisan lagi, eh ditolak berkali-kali. Namun, karena saya orangnya pantang menyerah, kemudian artikel saya berhasil ditayangkan berkali-kali. Dari pengalaman-pengalaman itulah, saya tahu celah-celahnya agar tulisan saya bisa tembus dengan mudah di Terminal Mojok.

Baca juga: 5 Hal yang Harus Kamu Lakukan Ketika Naskah Ditolak Media Online.

Jika tulisan kita dimuat di Terminal Mojok, kita dibayar 20 ripu rupiah. Untuk pencairannya, kita harus mengumpulkan 10 poin dulu, baru bisa dicairkan. Dapat 200 ribu, saya kira lumayan buat nambah-nambah uang jajan. Dan kalau menurut saya pribadi, ada kebanggaan tersendiri ketika tulisan saya dimuat di Terminal Mojok. Pasalnya, kadang tulisan saya bisa viral dan trending selama empat hari.

Baiklah, sebelumnya mohon maaf, saya tidak bermaksud menggurui atau mengajari kalian di tulisan ini. Tapi, ini hanya sekadar berbagi tips saja bagi para pembaca penulis Garut maupun kalian yang memiliki rencana buat menulis di Terminal Mojok.

Tips menulis di Terminal Mojok: #1 Sering baca-baca artikel yang mereka tayangkan

Sebagai orang yang cukup rajin membaca artikel di Terminal Mojok, saya sering terpingkal-pingkal membaca judul-judul artikelnya. Itu sebabnya (dulu) artikel saya langsung dimuat, judul tulisan saya yang pertama kali dimuat yaitu hal-hal yang harus kalian ketahui tentang Garut selain Vina Garut. Barangkali, dari judul tersebut cukup unik sehingga ditayangkan.

Di dalam tulisan tersebut, saya menyampaikan keresahan saya tinggal di Garut. Pasalnya, orang-orang luar Sunda sering mengaitkannya dengan Vina Garut. Saya menjelaskan bahwa di Garut itu banyak hal-hal unik yang mungkin belum mereka ketahui. Besoknya, redaktur Terminal Mojok menayangkan artikel saya.

Ibaratnya gini deh. Sering baca-baca artikel di Terminal Mojok itu buat kita pelajari dulu tentang standar menulis di sana, judul-judul artikelnya, hingga tulisan yang berkaitan tentang keresahan apa saja yang sering ditayangkan. Saran saya, luangkan waktu untuk membaca artikel di Terminal Mojok. Tak kenal, maka tak tayang sayang.

Tips menulis di Terminal Mojok: #2 Kirim artikel dengan tema kedaerahan

Memang, tidak semua artikel bertema kedaerahan bisa dimuat di Terminal Mojok. Salah satu artikel saya yang menggunakan kata "Sunda" tidak dimuat Minggu lalu. Namun, potensi untuk memuat artikel dengan tema kedaerahan, setidaknya yang saya perhatikan, sering kali ditayangkan.

Buat orang Garut yang pengin debut di Terminal Mojok, coba menulis tentang kos-kosan murah di Garut. Atau, rekomendasi kampus yang ada di kota kita. Saya belum menulis kedua pembahasan tersebut dikarenakan saya tidak cukup mengetahuinya.

Sementara, buat pembaca yang mampir ke tulisan ini, silakan kirim artikel dengan tema kedaerahan. Misalnya, apa saja yang unik dari kota Karawang, Sumedang, dan lain sebagainya. Tulis dengan rapi, sampaikan keresahan kalian tinggal di kota yang saat ini kalian tempati. Kemungkinan dimuat di Terminal Mojok, kalau tema kedaerahan, kerap ditayangkan. Dan memang banyak tulisan tentang Garut yang saya kirim ditayangkan.


Tips menulis di Terminal Mojok: #3 Sering baca-baca tulisan para redaktur Terminal Mojok

Sebelum menulis artikel baru, saya suka membaca tulisan-tulisan redaktur Terminal Mojok. Saya senang membaca tulisan Mas Rizky, hal-hal yang tidak saya duga, bisa ia tulis. Contohnya, ia menulis tentang 7 tempat di Jogja yang sebaiknya jangan dikunjungi.

Kemudian, tulisan Mbak Ajeng yang kerap bikin ngakak. Ia pernah menulis tentang daftar dosa yang diperbuatnya saat main Harvest Moon, dan saya meniru judul tulisannya dengan menulis tentang daftar dosa yang saya perbuat saat main GTA San Andreas.

Nah, ada juga tulisan Mbak Au, yang memang sedari dulu sudah sering nulis di Mojok. Tulisan yang bikin saya geleng-geleng kepala yaitu kekesalannya sama MC di pernikahan. Tapi, belum saya tiru. Nanti dah. Hahaha.

Sering membaca tulisan redaktur Terminal Mojok, saya pasti mendapatkan ide tulisan. Pun teknis menulis mereka yang luar biasa hebat. Tidak bertele-tele, penuh dengan emosi, dan tulisannya tidak dipaksain buat ngelucu.

Maksud saya begini. Dengan sering membaca tulisan redaktur Terminal Mojok, kalian bisa tiru penyampaian mereka. Ketika menulis artikel "5 Alasan bla bla" mereka hanya 2-3 paragraf sebagai pembuka, lalu berikutnya ialah menulis alasan-alasan yang sesuai dengan tema tulisan yang mereka buat. Mungkin buat bahan belajar, baca tulisan-tulisan saya di sini (tulisan yang sama dengan penyampaian mereka).


Tips menulis di Terminal Mojok: #4 Tiru judul-judul tulisan di Mojok editorial

Dalam sehari, saya membaca 1-2 artikel yang ditulis sama rekdatur Terminal Mojok. Hal ini memudahkan saya untuk menulis artikel baru. Nah, untuk panduan kalian membuat judul artikel di Terminal Mojok, sering-sering lah membaca artikel di Mojok. Sebab, judul-judul tulisan di Mojok, bikin memancing pembacanya buat di-klik.

Belakangan ini, artikel terbaru saya, sering meniru judul tulisan di Mojok editorial. Banyak judul tulisan yang menarik, seperti yang sering ditulis sama mantan redaktur Mojok, Mbak April. Baca di sini tulisan-tulisan beliau. Klik saja rubrik "Pojokan". Rubrik yang judul artikelnya cukup menggugah bagi pembaca.

Maksud saya, selain teknis menulis kalain harus rapi, judul tulisan juga kudu diperhatikan agar mendapatkan engagment yang tinggi. Selain untuk Mojok, juga untuk artikel yang kamu tulis agar trending. Saya sih mikirnya gitu.

Nah, dengan membaca tulisan para redaktur Terminal Mojok, juga meniru judul tulisan di Mojok editorial, setidaknya begitu kita menyubmit artikel, redaktur Terminal Mojok langsung tertarik sama artikel kita. Meski, salah satu tugas utama mereka memang membaca setiap artikel yang masuk.

Barangkali, kedua tips ini (membaca tulisan redaktur Terminal Mojok dan meniru judul tulisan di Mojok editorial) agak gimanaa gitu buat kalian. Tapi, pengalaman saya terbukti, artikel saya bisa tembus dengan mudah.

Tips menulis di Terminal Mojok: #5 Jangan menyerah

Sejauh yang saya perhatikan, ada beberapa penulis Terminal Mojok yang pernah bilang begini di Twitter, "Ngirim artikel 10 kali, dimuat cuma satu artikel saja". Pas saya stalking, nama dia sudah jarang muncul lagi. Begitu saya baca-baca tulisannya, lucunya agak dipaksakan gitu.

Menurut saya, nulis di Mojok maupun di Terminal Mojok, tidak perlu melucu. Lucu hanya lah sebuah cara. Tetapi, substansi-nya harus ada. Sumpah, tulisan-tulisan saya kebanyakan formal. Dan tidak ada lucu-lucunya sama sekali. Bahkan, beberapa tulisan saya yang ada lucu-lucuannya, malah diedit sama redaktur Terminal Mojok sehingga formal saja.

Banyak juga teman-teman saya yang suka membaca Terminal Mojok bilang begini, "Tulisan saya tidak cukup satire, sehingga tidak dimuat". Apa benar Mojok tipikal media yang sepenuhnya satire? Saya pikir, tidak! Tulisan saya, tidak ada satire-satirenya, lho. Tapi, sering dimuat.

Nah, atas kerasahan-keresahan itulah, mereka menyerah nulis lagi di Terminal Mojok. Artikel saya sering ditolak juga lho, tetapi tidak menyerah. Justru, semakin lama saya mengenal media ini, malah memudahkan saya. Dari delapan artikel yang saya kirim misalnya, enam diantaranya ditayangkan. Dua artikel yang ditolak, emang jelek sih. Saya sadar. Tapi, artikel yang ditolak, saya perbaiki. Dan tayang beberapa hari kemudian.

Itulah 5 tips menulis di Terminal Mojok agar bisa tembus dengan mudah. Semoga membantu, ya, atas kesotoyan saya ini. Buat yang pengin submit tulisan ke Terminal Mojok, baca ketentuannya di sini.

Sumber gambar: Terminal Mojok.

Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
1 Comments
  • yuniheryanti
    yuniheryanti 15 Desember 2020 20.37

    Seruu....🙂
    Tinggal yg jadi keresehn perihal timing buat artikel/esai ditengah kesibukan kerja. Gimana min tips nya kira2 --"

Tambahkan Komentar
comment url