Artikel Terbaru

4 Hal Ini yang Suka Mengganggu Kita saat Sedang Menulis

yang Suka Mengganggu Kita saat Sedang Menulis
Ilustrasi gambar: Kampung Media.

Sekonsisten-konsistennya saya dalam menulis, terutama untuk mengisi konten di blog penulis Garut ini, tetap saja ada hal-hal yang suka mengganggu saya saat sedang menulis.

Barangkali, empat hal yang suka mengganggu saya saat sedang menulis di bawah ini, teman-teman pun pernah mengalaminya. Dan bagi saya pribadi, tentu saja jengkel sekali.

Salah satu alasan mengapa saya membagikan postingan ini, tak lain dan tak bukan saya ingin mengatakan bahwa orang yang setiap harinya menulis pun punya keresehan tersendiri saat menulis.

Lebih dari itu, ini merupakan upaya saya agar orang-orang terdekat tidak melulu memuja-muji, "Wah kamu konsisten banget nulisnya" padahal mah enggak semulus itu.

Baik, langsung saja inilah empat hal yang suka mengganggu kita saat sedang menulis.

Notif WA

Betapa gregetnya kepada handphone sendiri saat sedang asyik menulis lalu notif WA bunyi. Bunyinya berkali-kali lagi. Dan herannya kenapa selalu terpancing untuk membukanya dulu.

Setelah dibuka, eh malah asyik main handphone. Pas mau lanjut nulis lagi malah lupa alur ceritanya tadi itu DARI MANA WOY!

Kejadian semacam itu sering terjadi walaupun sudah tahu cara meminimalisirnya. Tapi, yang namanya manusia, apalagi orang pelupa seperti saya, pasti akan terulang terus.

 

Menulis dan mengedit dalam satu waktu

Urutan kedua hal yang suka mengganggu kita saat sedang menulis adalah kebiasaan menulis dan mengedit dalam satu waktu. Sebab, harusnya ada pembatas.

Apakah saya sering melakukan itu? Sering, tetapi mungkin tidak sesering kamu, eh. Lagi pula, mau dihindari bagaimana pun, apalagi orang prefeksionis seperti saya, kedua hal itu pasti akan dialami terus.

 

Takut Jele

Sebelum saya mengangkat tajuk ini, saya riset dulu ke beberapa kawan yang hobi menulis juga. Saya bertanya kepada mereka, "Hal yang suka mengganggu lo saat sedang menulis apa sih?" Sebenarnya pertanyaan saya menggunakan bahasa Sunda yang sopan, tetapi supaya terlihat keren aja, hiks.

Diantara mereka, rata-rata jawabannya adalah takut jele. Sebab itu pulalah yang bikin naskah mereka jadi gak beres-beres.

Maksud dari riset saya dan memasukan takut tulisan terbaca jelek ke point nomor tiga, ya saya pun mengalami hal demikian. Jadi, tidak semerta-merta saya merasa tulisan saya bagus, terus setiap hari dengan percaya dirinya terus-menerus memosting artikel. Bukan, bukan karena itu.

Saya pun serius masih merasa benar-benar kurang dan masih jauhlah dikatakan bagus. Tapi, saya yakin dengan yang namanya latihan dan latihan. Baca dan terus membaca. Sebab, saya percaya dengan sebuah proses.

 

Mengantuk

Point terakhir ini sahabat terdekat yang suka menganggu saya saat sedang menulis. Dari tiga point di atas, saya bisa sungguh-sungguh untuk mengatasinya. Tapi, kalo urusannya sudah mengantuk, bukan main lagi ngeganggunya.

Salah satu contohnya artikel ini, saya tulis di pukul sebelas malam. Kondisi sudah mengantuk dan apa daya, artikel ini sangat terbaca pendek sekali, kan?

Tapi, walaupun begitu, jangan bosan membaca artikel-artikel di penulis Garut sebab tak semua artikel saya tulis sependek ini. Ada artikel yang sangat panjang dan dapat menggugah hati Anda. Saya kasih contohnya untuk penutup.

  1. Typing Ganteng sebagai Latihan Mendasar bagi Seorang Penulis
  2. 5 Sikap Toxic dalam Aktivitas Menulis yang Harus Dihindari 
  3. Mengenal 3 Jenis Penerbit Beserta keunggulan dan Kelemahannya 

***

Itulah empat hal yang suka mengganggu kita saat sedang menulis. Semoga kita dapat menanganinya dengan baik.




Ridwansyah
Pendiri penulis Garut.

Tidak ada komentar

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.