Artikel Terbaru

Typing Ganteng sebagai Latihan Mendasar bagi Seorang Penulis

Arti kata typing dalam Kamus Inggris-Indonesia adalah mengetik. Sedangkan kata ganteng sendiri, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki makna elok dan gagah (tentang perawakan dan wajah, khusus untuk laki-laki).

Arti lainnya dari ganteng adalah tampan. Lantas, apa maksud dari judul yang saya angkat mengenai typing ganteng sebagai latihan mendasar bagi seorang penulis?

Sesungguhnya saya tidak tahu betul istilah typing ganteng secara komprehensif pengertiannya apa. Namun, keseringan saya bermain Twitter dan menemukan istilah typing ganteng kemudian tertarik ingin membahasnya.

Apalagi banyak anak-anak muda yang menanyakan tentang cara typing ganteng ala anak rp. Dan nggak sedikit juga yang mencari tahu soal cara typing formal rp.

Nah, jika benar typing ganteng contohnya gak disingkat dan selalu diakhiri tanda titik, bahkan kalo nanya pake hm sesuai yang ditulis oleh akun Twitter @chocofloatt maka typing ganteng layak sebagai latihan mendasar bagi seorang penulis.

Akun Twitter @chocofloatt sendiri alih-alih menyampaikan typing ganteng, ia juga menjelaskan asal-usul istilah typing ganteng. Berikut tweet dari akun Twitter @chocofloatt.

Contoh lainnya mengenai typing ganteng ditulis oleh akun Twitter @hetroav.
Dengan tegas, akun Twitter @hetroav menyampaikan bahwa kunci typing ganteng itu typingnya lengkap, sopan, dan rapi. Saya pribadi berpendapat, barangkali typing ganteng indikasinya harus enak dibaca oleh orang lain, typingnya dilengkapi dengan tanda tanya, titik, koma, dan seterusnya.

Demikian, dengan contoh-contoh di atas, tentu saja typing ganteng harus dipraktikan oleh seorang penulis. Sebab, typing ganteng jelas upaya kita untuk latihan menulis. Di mana dan bagaimana cara kita mengaplikasikan typing ganteng atau typing inggris rp?


Chat WhatsApp

Dimulai dari komunikasi kita melalui chat WhatsApp. Bagi seorang penulis, mengawali chat kepada seseorang itu seharusnya hindari mengetik huruf "P". Sebab, sebagai orang yang tumbuh di dunia literasi agaknya tidak pantas saja. Lagi pula, gampang kok ngetik salam alias assalamualaikum maupun ngetik selamat pagi, siang, dan seterusnya. 

Dengan mengetik ucapan salam, kesannya jadi sopan. Dan, sesuai yang dicontohkan di atas soal typing ganteng maka para penulis yang mengaplikasikan mengawali chat dengan ucapan salam, sudah termasuk kategori penulis yang typingnya ganteng.

Selain wajib mengetik ucapan salam untuk memulai komunikasi dengan orang lain, seorang penulis juga perlu menyampaikan pesan dengan tujuan dapat dipahami oleh pembaca. Salah satunya dengan melengkapi setiap pesan dengan tanda tanya, koma, dan titik. Lebih dari itu, belajar memerhatikan juga setiap kata, mana kata yang huruf awalnya harus dibesarkan dan lain-lain.

"Assalamualaikum kak saya fitri dari garut ingin mengirim naskah ke penulis garut cranya gmana ya".

Saya, sebagai orang yang setiap hari dichat oleh nomor-nomor baru dari followers akun Instagram @penulisgarut, praktis mengernyitkan dahi ketika membaca pesan seperti itu. Mengawali pesan dengan ucapan salamnya sih oke, tetapi penggunaan tanda koma, tanya, dan kerapian dalam menulisnya mana? Mau ngirim naskah dengan maksud pengen jadi penulis, tetapi pertama menghubungi saja typingnya sudah begitu.

"Assalamualaikum, Kak. Saya Fitri dari Garut. Saya ingin mengirim naskah ke penulis Garut, caranya bagaimana ya?". Kan bacanya enak kalo typingnya begitu.

Naskah

Kedua, mengaplikasikan typing ganteng ke dalam naskah. Jika di chat WhatsApp semacam ajakan untuk ayolah belajar typing ganteng, hindari ini-itu, harus begini dan begitu. Maka, kalo di dalam naskah, sudah bukan typing ganteng lagi, tetapi wajib super wajib typing ganteng.

Saya pernah punya pengalaman membaca naskah yang masuk ke redaksi tim penulis Garut dengan tulisan yang berantakan. Nulis kata "yang" disingkat "yg" nyaris seluruh naskahnya disingkat-singkat. Saya edit satu-satu. Namun, malah cape sendiri. Terbilang wajar sih kalo typo, tetapi kalo sudah tidak rapi tentu berbahaya.

Pemikiran Anda keliru ketika, "Ah, kan di tim penulis Garut ada editornya." Tetap saja, saya pribadi takut nulis disingkat-singkat menjadi kebiasaan Anda sebagai penulis. Alih-alih para penulis yang meminta bantuan kepada kami ingin naskahnya cepet terbit, malah justru pekerjaannya lama. Sebab, jika di penerbit Indie berbayar, cepat dan lamanya sebuah naskah terbit tergantung kerumitan naskah yang penulis kirim. Saya menyampaikan hal ini karena sayang aja. Andai kata naskah Anda yang tidak rapi itu dikirim ke penerbit Mayor, kecenderungan ditolaknya bakalan besar.


Media Sosial

Di media sosial juga tak kalah pentingnya untuk latihan typing ganteng bagi seorang penulis. Salah satunya di Facebook, yang tidak terbatas karakternya. Kecuali di Twitter, saya sendiri pernah bahkan sering menggunakan "yg" ketika ngetweet karena terbatas cuma 280 karakter. Tetapi, walaupun begitu, tentu saja kalo di dalam naskah saat saya menulis enggak dong!

Saya berpendapat alasan mengapa typing ganteng sebagai latihan mendasar bagi seorang penulis sangat penting sebab saya pribadi sadar, jauh dari kata ganteng wajah, atuh sopan, rapi dan enak dibaca saat menulis.

Dari tadi, kita ngomongin typing ganteng terus, apakah typing ganteng berlaku bagi penulis perempuan? Lantas istilah apa yang cocok digunakan bagi penulis perempuan mengenai gaya kepenulisannya yang rapi, sopan, dan enak dibaca juga? Mungkin kebalikannya, typing cantik.

DENGERIN RADIO KAMI: Radio Penulis Garut.


Ridwansyah
Pendiri penulis Garut.

5 komentar:

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.