Artikel Terbaru

8 Mental untuk Calon Penulis yang Wajib Dimiliki

Mental untuk Calon Penulis
Sumber gambar: Rosediana.net

Di profil Instagram penulis Garut, saya mencantumkan kalimat "Wadah calon penulis kota Garut" itu artinya bahwa media kami merupakan wadah untuk calon penulis yang berada di kota Garut.

Artinya juga, tim penulis Garut membantu agar naskah kamu bisa kami terbitkan.

Lebih dari itu, untuk mengetahui alasan kenapa akun penulis Garut kami bikin, kamu bisa baca artikel lengkapnya di alasan kami membikin akun penulis Garut.

Baik, pada postingan kali ini saya akan membahas tentang mental untuk calon penulis. Dan ini berkaitan sekali dengan media yang saya dan tim bikin.

Mengenai mental untuk calon penulis ini penting saya infromasikan dan bahkan wajib, khususnya bagi calon penulis yang berada di kota Garut, yang mau bekerja sama dengan kami, untuk kamu miliki. 

Umumnya, saya kira, postingan tentang mental untuk calon penulis ini bagi seluruh calon penulis yang berada diluar kota Garut.

Disini, saya akan merincikan point pertama hingga akhir gambarannya seperti apa mengenai mental untuk calon penulis ini?

Dan kamu hanya perlu menyimak. Lantas, saya berharap kamu bisa aplikasikan ilmunya.

Berikut 8 mental untuk calon penulis yang wajib dimiliki.

Jangan Banyak Alasan

Point pertama, mental yang wajib dimiliki oleh seorang calon penulis, adalah tidak banyak alasan dalam aktivitas menulisnya.

Maksud saya, kamu kalo sedang menggeluti dunia kepenulisan, lalu punya niat untuk berkarya melalui buku yang akan kamu tulis sendiri, maka jangan banyak alasan untuk menyelesaikannya.

Saya kira, impian kamu untuk membuat buku sendiri tidak akan terwujud jika banyak alasan, terutama karena sibuk. Kalo pun toh terwujud, saya takutnya tulisan kamu tidak maksimal. Dan nantinya ada penyesalan.

Sesibuk apapun, sedikit saja, sekali lagi, sedikit saja, luangkan waktu untuk menulis. Sebab, banyak sekali orang yang pandai menulis, tapi tidak pandai mengatur waktunya dalam menulis.

Mental nomor pertama ini, wajib kamu miliki. Jadi, mulai sekarang, jangan banyak alasan!

Tidak Banyak Mengeluh

Misalnya, mental nomor pertama sudah bisa kamu antisipasi. Mental berikutnya, bagi seorang calon penulis, yaitu tidak banyak mengeluh.

Sebab, sayang sekali, padahal kamu sudah mampu mengatur waktu, setiap hari totalitas untuk menulis naskah, lalu mengeluh.

Keluhan yang kerap saya dengar, salah satunya dan lag-lagi adalah insecure alias tidak percaya diri karena hasil tulisannya ia anggap jelek.

Saya pernah membahas seputar keluhan-keluhan seorang penulis, mungkin artikel ini bisa membantu kamu untuk menghilangkan rasa tidak percaya diri kamu sehabis menulis, kamu bisa baca di sini.

Kurangi keluhan-keluhan, diskusi terus dengan orang yang hobi menulis juga. Perlahan, keluhanmu itu akan hilang. Yakin!

Bulatkan Tekad

Mental untuk calon penulis point ketiga, yakni membulatkan tekad. Renungkan dua mental yang di atas itu, jangan banyak alasan dan tidak boleh banyak mengeluh.

Dari dua mental yang wajib kamu miliki itu, kira-kira tujuannya untuk apa?

Jika tujuannya untuk mengarang buku sendiri, ya bulatkan tekadnya. Kejar terus tujuannya. Kalo seorang calon penulis tidak punya tekad, tidak membulatkan tekadnya, nanti bisa males-malesan nulisnya.

Berani Mencoba

Saya mengelompokan mental untuk calon penulis di point ini setelah naskah kamu selesai. Maksudnya, pembahasan tentang berani mencoba ini, anggaplah naskah kamu selesai.

Ketika sudah selesai, sebagai calon penulis yang labelnya mau menjadi seorang penulis maka beranilah mencoba untuk mengirim naskah kamu itu ke penerbit Mayor.

Mental berani mencoba untuk mengirim naskah ke penerit Mayor itu penting, demi kelangsungan naskah kamu sendiri. Daripada mengendap di flashdisk, mending kirim saja.

Tidak Pesimis

Ceritanya naskah kamu sudah di kirim ke penerbit Mayor, maka kamu menunggu beberapa bulan, apakah naskah kamu akan diterima atau tidak, ya? 

Saya bertanya, jika naskah kamu tidak diterima oleh penerbit Mayor, reaksi kamu bagaimana?

Kalo reaksi kamu langsung pesimis, kayaknya ke penerbit manapun naskah saya gak bakalan diterima deh, itu berarti mental kamu lemah!

Kalo sekadar kecewa dan sedih wajar sih, ya di tolak kan agak gak enak gitulah. Tapi kalo pikirannya seperti kalimat yang saya miringkan di atas itu, kamu lemah.

Sebagai calon penulis, mental tidak pesimis alias kudu optimis itu wajib dimiliki. Saya kira, gak ada salahnya kamu positif yakin bakal di terima oleh penerbit Mayor lainnya.

Atau, ya kalo emang bener-bener mau bikin buku sendiri, ada penerbit Indie yang siap membantu kamu untuk mewujudkan impian kamu menjadi seorang penulis.

Selalu ada cara lain dibalik masalah yang kita hadapi. Tinggal ikhtiar terus mencari solusinya. Sesederhana itu.

Baca juga tentang 3 jenis penerbit yang pernah saya bahas: Mengenal 3 Jenis Penerbit Beserta Keunggulan dan Kelemahannya.

Jangan Mudah Tersinggung saat Dikritik

Mental berikutnya untuk calon penulis, jangan mudah tersinggung saat dikritik.

Misalnya jika naskah kamu di kirim ke penerbit Indie atau dikirim ke tim penulis Garut, jangan mudah tersinggung apabila naskah kamu kami kritik karena berantakan dan lain-lain.

Yang kami lakukan itu merupakan bentuk kasih sayang. Sebab, jika tidak ada yang ngebangunin, tulisan kamu bakal terlelap gitu-gitu aja.

Mau Belajar

Tanamkan mental mau belajar kepada siapapun. Usia saya sudah mencapai 24 tahun, dah tua. Terus usia kamu lebih tua daripada saya, apa salahnya kamu belajar kepada saya? Atau saya belajar kepada kamu yang usianya masih 20-21an.

Belajar kepada siapapun itu enak, nambah ilmu. Jadi misal kalo ada pamflet yang bertebaran di Instagram gitu, ada kelas menulis dan lain-lain. Coba ikut saja.

Sekali lagi, untuk nambah ilmu.

Hilangkan Gengsi 

Yang tidak kalah penting juga, mental untuk calon penulis itu menghilangkan gengsi. Misal punya pikiran ngerasa gengsi kalo menerbitkan buku lewat penerbit Indie, hadeuuh jangan ya.

Undang-undang saja tidak melarang penulis menerbitkan buku di penerbit Indie. Yang dilarang itu plagiat, buku bajakan dan lain-lain.

Hilangkan juga gengsi untuk berinteraksi dengan penulis yang sudah oke tulisannya. Selama kamu mau belajar, pasti mereka mau berbagi ilmu. Asal, serius.

***

Itulah 8 mental untuk calon penulis yang wajib dimiliki. Semoga postingan ini membantu kamu untuk terus semangat berkarya.


Ridwansyah


2 komentar:

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.