Cara Mengedit Naskah Novel dengan Baik

Cara Mengedit Naskah Novel

Sudah tiba saatnya untuk mengedit naskah novel. Apakah saat ini kalian sedang bersemangat? Atau merasa takut? Atau merasa bingung harus mulai dari mana?

Meskipun mengedit naskah sekitar 150.000+ kata akan tampak menakutkan dan bahkan mungkin dianggap berlebihan, tapi ini adalah bagian yang tidak akan terhindarkan dari proses penulisan.

Tanpa pengeditan, novel kalian dianggap setengah matang. Maka dari itu, pada kesempatan hari ini, kami akan memberikan penjelasan soal cara mengedit naskah novel. Dengan catatan, menyunting naskah novel di waktu yang tepat.

CARA MENGEDIT NASKAH NOVEL

1. TURUNKAN HARAPAN DENGAN DRAF PERTAMA

Ketika kalian duduk untuk mengedit, mungkin saja pekerjaan akan menjadi sampah. Saya mengatakan itu dengan empati dan kerendahan hati. Tidak ada draf pertama yang layak menerima Hadiah Bagus.

Inti dari draf pertama adalah menuangkan pikiran di atas kertas. Jangan ngeri saat membaca draf pertama. Ingatlah bahwa tujuannya adalah untuk memberi kalian semua alat yang diperlukan untuk membentuk cerita yang sebenarnya.

2. ISTIRAHAT PANJANG

Kalian baru saja selesai menulis novel dan sedang menggulir kembali ke halaman satu untuk memulai putaran pertama pengeditan. Tidak. Belum. Kalian terlalu dekat dengan konten. Kalian masih dalam pola pikir yang sama ketika kalian pertama kali menulis cerita. Untuk menemukan beberapa tingkat objektivitas, menjauhlah, setidaknya dua minggu sebelum mengedit novel. Ketika kembali, kalian akan memiliki perspektif baru.

Jadi, beristirahatlah dulu setelah menulis novel.

3. CETAK NASKAH ANDA

Sebagian besar dari kita menggunakan komputer untuk menulis. Tetapi ketika harus mengedit, kalian mungkin merasa lebih mudah untuk mencetak draf dan menandainya secara manual dengan pena merah.

Meskipun dengan cara itu dapat dengan mudah mengedit di komputer, pengalaman taktil dari pengeditan manual dapat menginspirasi cara berpikir yang berbeda. Pada akhirnya akan kembali ke komputer untuk melakukan pengeditan, tetapi ada perbedaan yang pasti antara duduk di meja komputer untuk mengedit dan duduk di kursi yang nyaman.

Dengan yang pertama, kalian akan merasa lebih tergesa-gesa, yang seringkali dapat menyebabkan frustrasi dalam proses penulisan. Tetapi dengan yang terakhir, kalian akan lebih cenderung meluangkan waktu dan menikmati proses membaca ulang.

Baca juga: Cara Menerbitkan Novel Sendiri

4. BACA ULANG SECARA KESELURUHAN

Kalian mungkin tergoda untuk masuk ke mode koreksi segera setelah memulai proses pengeditan. Tetapi lebih baik untuk membaca novel sekali tanpa mengedit apa pun. Buat catatan saja. Gunakan buku catatan untuk mencatat pemikiran apa pun saat kalian membacanya. Ini akan memungkinkan kalian untuk mendapatkan gambaran besar tentang novel, termasuk tema yang berulang, motif, tempo, plot, dan banyak lagi.

Sangat penting untuk melihat dan membaca novel kalian secara keseluruhan. Jika kalian hanya fokus pada detail kecil, kalian tidak akan melihat hutan untuk pepohonan, dan kalian perlu melihat keduanya.

5. BACA NOVEL DENGAN KERAS

Cara Mengedit Naskah Novel


Saat mengedit naskah, jangan hanya membacanya dalam hati. Bacalah dengan keras untuk diri sendiri. Ini adalah cara lain untuk memeriksa kecepatan, tetapi juga dapat membantu mengidentifikasi frasa yang canggung, kata-kata yang berulang, dan konten pengisi.

Ini adalah kata dan frasa yang sangat familiar dengan otak sehingga secara otomatis dapat mengoreksi diri sebelum secara sadar menyadari apa yang terjadi. Inilah sebabnya mengapa mudah untuk mengabaikan kesalahan saat membaca dalam hati. Namun, ketika membacakan untuk diri sendiri, kalian akan menangkap apa yang biasanya Anda lewatkan.

6. FOKUS PADA PILIHAN KATA

Setiap kata yang kalian pilih dalam novel, itu biasanya terlihat penting. Meskipun kalian bekerja dengan antara 150.000 hingga 200.000 kata, kalian tetap tidak memiliki izin untuk mengoceh atau mengulanginya sendiri. Mengapa? Cara kalian menceritakan kisah itu—terutama kata-kata yang kalian gunakan untuk menceritakannya—menjadi bagian dari sebuah pengalaman.

Saat terjebak di antara dua kata, selalu gunakan saja yang lebih sederhana dari keduanya. Rata-rata, pembaca abad ke-21 tidak memiliki kosakata dahulu kala. Bahkan, beberapa orang tidak tahu apa artinya "dulu". Dan tidak apa-apa. Intinya adalah untuk selalu mencari kejelasan puisi dalam hal mendongeng. Pembaca akan berterima kasih.

7. JANGAN COPYEDIT

Putaran pertama pengeditan adalah murni pengembangan. Fokus pada struktur. Periksa karakter yang memajukan cerita, adegan, tempo, tema, dan gambaran besarnya.

Jangan tersesat dalam membuat penyesuaian pilihan kata—tidak pada awalnya. Itu akan datang selama suntingan putaran kedua setelah kalian merasa puas dengan ceritanya. Lagi pula, apa gunanya mengoreksi tanda baca atau tata bahasa jika pada akhirnya kalian menghapus seluruh bab dalam pengeditan terakhir?

Inilah mantranya: Kembangkan dulu, koreksi terakhir.

Baca juga: Cara Menerbitkan Novel di Penerbit Indie

8. SUSUN ULANG BAB

Memulai dan mengakhiri bab dengan intrik. Di awal bab, tarik pembaca. Di akhir bab, dorong pembaca dari jurang. Tapi jangan biarkan mereka jatuh. Tangkap mereka lagi. Dan begitulah siklusnya berlanjut. Pembaca suka naik roller coaster ke tempat yang tidak diketahui.

Untuk memastikan bahwa cerita kalian mencapai sentakan kegembiraan yang diperlukan, periksa struktur bab. Apakah kalian memulai di tempat yang tepat? Apakah kalian berakhir pada saat yang tepat? Bisakah kalian menghapus bagian dari satu bab untuk meningkatkan kecepatan?

Lakukan hal berikut untuk menjaga pembaca Anda tetap waspada:

Singkirkan tenggorokan-kliring di awal bab. Tidak perlu merekap apa yang pembaca bisa kembali dan baca ulang.

Masuki adegan di saat-saat terakhir, kalian tidak perlu menutupi setiap hentakan percakapan antar karakter. Hanya fokus pada apa yang akan memajukan cerita.

Akhiri setiap bab dengan nada ketidakpastian yang membuat pembaca kalian berkata pada diri mereka sendiri, “Saya akan membaca satu halaman lagi.”

9. PAHAMI ALASAN ANDA

Selama proses pengeditan, selalu ingat pada sebuah alasan. Mengapa kalian menulis cerita ini? Pengalaman apa yang ingin pembaca miliki saat menjelajahi dunia buatan kalian? Apa yang harus dipelajari atau direnungkan pembaca setelah membaca buku kalian?

Jawaban atas pertanyaan di atas akan membantu kalian mengedit lebih baik karena kalian  akan mengetahui tujuan di balik penceritaan.

10. BERMITRA DENGAN LAYANAN PENGEDITAN

Cara Mengedit Naskah Novel


Self-editing hanyalah awal dari proses editing. Sementara penyuntingan sendiri dapat membantu kalian mulai mengidentifikasi kesalahan mencolok dalam prosa dan peluang yang belum dijelajahi yang ada dalam cerita, penyuntingan sendiri juga terbatas.

Mustahil untuk benar-benar objektif dalam bercerita. Tapi tanpa objektivitas, kalian tidak akan tahu apakah cerita kalian akan memenuhi tujuan dan beresonansi dengan pembaca.

Di sinilah seorang editor profesional masuk. Seorang editor profesional memahami apa yang diharapkan pembaca serta jenis cerita yang ingin disampaikan. Editor dapat membantu Anda menemukan inti cerita kalian yang sebenarnya.

Saat bekerja dengan editor, ingatlah untuk tidak menerima kritik secara pribadi. Kalian memiliki tujuan yang sama: Kalian dan editor ingin kalian menceritakan kisah terbaik.

11. TAHU KAPAN HARUS BERHENTI

Proses pengeditan bisa menjadi lubang hitam. Edit ke titik di mana kalian merasa telah mencapai tujuan mendongeng terbesar (yaitu menjelajahi tema, membawa pembaca ke waktu atau tempat yang berbeda, atau berhasil menyoroti cerita yang sebelumnya tidak pernah diceritakan).

Mengedit bisa menjadi proses yang tidak pernah berakhir kecuali kalian memaksa diri untuk berhenti di beberapa titik. Bahkan bertahun-tahun kemudian, ketika kalian kembali ke buku yang kalian tulis, kemungkinan besar kalian akan menemukan elemen berbeda yang bisa/akan/seharusnya dapat kalian ubah.

Kesimpulan

Mengedit adalah bagian penting dari proses menulis. Tetapi mengedit tidak perlu menyakitkan atau mengintimidasi. Ingatlah tips di atas saat kalian mulai mengedit cerita. Itulah penjelasan cara mengedit naskah novel.

Sekian.

BACA JUGA: Cara Mengembangkan Karakter Novel

Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url