Mempunyai Hobi Menulis Berawal dari Mana, sih?

Mempunyai Hobi Menulis Berawal dari Mana, sih?
Sumber gambar: sisternet.

Sewaktu SD, saya nggak pernah menyahut, "Menulis dan membaca, Bu" saat guru bertanya terkait hobi yang saya punya.

Bahkan memasuki SMA pun ketika mengisi formulir pendaftaran, nggak ada kata 'menulis dan membaca' dalam kolom hobi yang saya tulis di formulir tersebut. Lalu, mempunyai hobi menulis berawal dari mana, sih?

Saya yakin setiap penulis mempunyai cerita yang berbeda awal mula hobi menulisnya dari mana. Namun, berikut hal-hal yang melatarbelakangi saya mempunyai hobi menulis.

Barangkali, salah satunya, para pembaca juga pernah punya pengalaman seperti ini.


Corat-coret di belakang buku pelajaran


Sewaktu SMA, buku pelajaran, bagi saya, udah nggak ada akhlaknya. Sebab, setiap bete melanda karena tidak ada guru, pasti larinya ke belakang buku pelajaran buat di corat-coret.

Isi corat-coretnya, tulisan hasil imajinasi saya ketika membayangkan sosok wanita yang saya suka, pernah nulis puisi juga dan lain-lain.

Tapi, tentu saja saya menghimbau, buat adik-adik sekalian, tolong kegiatan yang saya lakukan itu nggak boleh ditiru. Alih-alih buku pelajaran yang notabennya buat nulis ilmu hasil belajar, malah diisi corat-corat yang nggak berfaedah. Tolong tetap berada di jalan yang benar ya untuk menuangkan hobi.

Sering update status di Facebook


Sebelum aktif di Instagram, Facebook sempat menjadi platform khusus untuk mencurahkan segala uneg-uneg yang saya miliki.

Barangkali, pengguna yang lain, kalau update status bisa sesimple kayak, "Bad day!" kalau saya pribadi nggak bisa, paling simple satu paragraf. Selebihnya update status panjang-panjang bak koran Kompas!

Akan tetapi, dari update status yang panjang-panjang itu, membahas seputar hal-hal yang lagi trending, agama, politik, bucin dan seterusnya, membuahkan hasil. Yakni, dikenal sebagai seorang penulis. Bahkan, sudah menerbitkan buku juga. Hore!

Nulis di buku diary


Mempunyai Hobi Menulis Berawal dari Mana, sih?
Sumber gambar: azkail.
Bagi perempuan, awal mula mempunyai hobi menulis, salah satu yang melatarbelakangi kalian mungkin sering nulis di buku diary. Selain nulis di buku diary sifatnya privacy sebab yang tahu cuma kalian dan Tuhan, juga manifestasi untuk nostalgia balik ke jaman dulunya kerasa.

Awalnya iseng-iseng


Pasti ada juga sebagian penulis yang mempunyai hobi menulis awalnya dari iseng-iseng. Iseng-iseng karena ngeluh menjalani hidup kok gini amat, iseng-iseng karena kisah percintaan sering kali berujung ambyar, iseng-iseng karena suka naik gunung, suka ke pantai, terus pengen nulis pengalaman selama muncak dan mantai, lalu diabadikan melalui blog.

Sesederhana itu memang mempunyai hobi menulis.


Dari membaca buku


Saya sering membaca DM yang masuk di Instagram penulis Garut dan mendengar obrolan dari teman-teman pembaca buku, sebagian dari mereka bilang, "Pengen belajar nulis". Alasan mereka pengen belajar nulis, katanya, dari hasil membaca buku yang menurut mereka dapat menggugah hati.

Karena fakta juga, ada banyak orang yang suka membaca buku, tetapi nulisnya kurang pandai. Makanya, mereka pengen belajar. Alih-alih terus berlatih belajar nulis sambil nggak mengesampingkan baca buku, eh hobinya kini bertambah, membaca dan juga menulis

Dari lima urutan yang melatarbelakangi awal mula saya mempunyai hobi menulis, kalian sendiri termasuk yang mana? Atau, punya cerita lain?

 

Ridwansyah
Pendiri penulis Garut.

Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url